
Buol, zonasulteng.com I Diskusi publik Kanal Aspirasi Warga Buol yang dipandu moderator Suleman Dj. Latantu berlangsung dalam suasana optimistis, santun, dan penuh semangat kolaborasi dengan mengangkat tema prospek ketenagakerjaan serta peluncuran PROSPEK (Posko Pengaduan Buruh dan Pekerja) di Kabupaten Buol. Kamis (14/5)
Dalam forum tersebut, peserta menilai kehadiran PROSPEK bukan sekadar posko pengaduan, melainkan simbol kepedulian terhadap nasib para pekerja dan buruh di daerah. Diskusi menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan upah, tetapi juga menyangkut keselamatan kerja, jaminan sosial, hak berserikat, kepastian jam kerja, perlindungan kesehatan, hingga penghormatan terhadap martabat pekerja.
Berbagai pandangan yang berkembang dalam diskusi menunjukkan adanya kegelisahan bersama agar pekerja di Kabupaten Buol tidak merasa berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan di tempat kerja. Karena itu, PROSPEK diharapkan menjadi ruang mendengar, mendampingi, mengedukasi, sekaligus menjembatani komunikasi antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah daerah.
Forum juga menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ketenagakerjaan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan tetap menjadi leading sector melalui penguatan regulasi, pengawasan perusahaan, pelatihan tenaga kerja, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sementara dunia usaha didorong untuk tumbuh bersama pekerjanya dengan menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan manusiawi.
Selain itu, masyarakat sipil, media, organisasi buruh, akademisi, dan generasi muda diharapkan terus menjaga ruang dialog agar isu ketenagakerjaan tidak berhenti menjadi wacana, tetapi melahirkan solusi nyata bagi kesejahteraan pekerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam rekomendasi hasil diskusi, peserta mendorong Pemerintah Kabupaten Buol membuka ruang dialog ketenagakerjaan secara berkala, memperkuat pengawasan terhadap pemenuhan hak-hak pekerja, mengoptimalkan pelatihan tenaga kerja melalui BLK, serta membentuk forum tripartit yang aktif dan responsif sebagai wadah mediasi antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja.
Diskusi juga merekomendasikan agar perusahaan-perusahaan di Kabupaten Buol lebih memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penyediaan APD, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, hingga peningkatan kesejahteraan pekerja melalui fasilitas kesehatan dan penghargaan kerja sesuai kemampuan perusahaan.
Menutup diskusi, forum mengajak seluruh pihak menjaga suasana kondusif, mengedepankan etika dialog, serta memperkuat semangat kolaborasi demi mewujudkan iklim kerja yang sehat dan berkeadilan di Kabupaten Buol.
Peserta diskusi menilai bahwa kesejahteraan buruh dan pekerja bukan hanya soal ekonomi, melainkan bagian penting dari upaya menjaga martabat manusia dan masa depan daerah. Kabupaten Buol yang maju, dinilai tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana para pekerjanya merasa dilindungi, dihargai, dan memiliki harapan hidup yang layak.
Humas Pemda Buol



