Dugaan Pelecehan ASN Di Puskesmas Palele Disorot, Korban Harap APH Jangan Tebang Pilih
Buol – zonasulteng.com I Dugaan pelecehan seksual terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) perempuan berinisial DPY di lingkungan Puskesmas Palele, Kabupaten Palele, menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan terkait sistem perlindungan pegawai di sektor pelayanan kesehatan.
DPY, yang berasal dari Palu, mengaku mengalami perlakuan tidak pantas saat menjalankan tugasnya. Ia menyebut mendapat sentuhan fisik berupa dipegang dan dirangkul oleh seorang oknum berinisial FDS yang diduga menjabat sebagai Kepala Tata Usaha (KTU) di fasilitas kesehatan tersebut.
Menurut keterangan DPY, peristiwa tersebut berlangsung sejak Bulan Nopember Tahun 2025 lalu, dan kejadian itu tidak hanya melukai harga dirinya sebagai perempuan, tetapi juga mengganggu rasa aman dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara, terlebih karena ia bertugas jauh dari keluarga dan tinggal seorang diri di lokasi penugasan.
DPY mengaku telah menempuh jalur pelaporan atas dugaan tersebut. Namun, ia menyebut prosesnya berjalan berliku karena laporannya berpindah dari satu instansi ke instansi lain, mulai dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), pihak puskesmas, Dinas Kesehatan, instansi terkait pemberdayaan perempuan, hingga kepolisian.
“Hingga saat ini saya masih menunggu kejelasan tindak lanjut atas laporan yang saya sampaikan,” ujarnya.
Selain itu, korban juga mengaku sempat dinyatakan alpa selama satu bulan dengan alasan tidak ada pemberitahuan, meski ia menyatakan telah menyampaikan bahwa dirinya tengah fokus mengurus proses pelaporan dan pendampingan atas kasus yang dialaminya.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Dinas Kesehatan setempat melalui pesan singkat. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penanganan dugaan kasus tersebut.
Pengamat menilai, kasus ini menjadi pengingat pentingnya mekanisme perlindungan dan penanganan yang cepat, transparan, serta berkeadilan terhadap dugaan pelecehan di lingkungan kerja, khususnya pada sektor pelayanan publik yang menjunjung tinggi nilai profesionalitas dan kemanusiaan.
Korban berharap adanya perhatian serius dari pimpinan daerah dan instansi terkait agar proses penanganan berjalan objektif serta memberikan perlindungan yang layak, sehingga ia dapat kembali menjalankan tugas tanpa rasa takut.
Kasus ini masih menunggu klarifikasi dan tindak lanjut dari pihak-pihak berwenang.




